Skizofrenia

Definisi
Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa (psikosis) yang serangannya
mungkin timbul akut. Setiap pasien yang dicurigai menderita skizofrenia harus
diperiksakan ke psikiater setelah disingkirkan kemungkinan adanya kelainan
organik.

Penyebab
Berbagai teori termasuk faktor genetik dianggap sebagai penyebab.

Gambaran Klinis
– Penderita psikosis akut mungkin datang tingkah laku gaduh dan mengacau
atau mungkin didahului oleh gejala awal (prodromal) berupa penarikan diri
dari hubungan social, gangguan nyata dalam fungsi peran misalnya sebagai
pencari nafkah, bertingkah laku aneh, ganggauan nyata dalam higiene diri dan
berpakaian, efek yang tumpul, mendatar atau tak serasi, bicara melantur,
menunjukkan ide (gagasan) yang aneh atau pikiran magis seperti takhayul,
gagasan mirip waham yang menyangkut diri sendiri, adanya ilusi dan lain
sebagainya.

– Untuk menegakkan diagnosis gangguan skizofrenia maka harus dipenuhi
kriteria diagnostik di bawah ini :

Sedikitnya terdapat satu dari beberapa tanda ini selama suatu fase
(inkoherensi), tingkah laku kacau (disorganized).
Penurunan fungsi penyesuaian dalam bidang pekerjaan, hubungan social
dan perawatan dirinya.
Gejala berlangsung terus menerus selama paling sedikit 6 bulan yang
mencakup fase aktif dengan atau tanpa fase prodromal maupun fase residual
yaitu masa setelah fase aktif yang menunjukkan sedikitnya 2 gejala
prodromal.
Tidak ada kelainan organik.

Diagnosis
Terdapat problem kronik dengan gambaran:
– Penarikan diri secara sosial
– Minat atau motivasi rendah, pengabaian diri
– Inkoheren dan disorganized

Penatalaksanaan
– Bila pasien sangat gaduh dan gelisah sehingga mengganggu lingkungan atau
membahayakan orang lain maupun dirinya sendiri maka penderita harus
dirawat.
– Berikan klorpromazin 100 mg 3 x sehari yang dapat dinaikkan (setelah 1
minggu) menjadi 200 mg 3 x sehari bila belum tampak perbaikan. Bila telah
ada respons maka dosis dipertahankan selama 4 minggu sampai pasien tenang
dan kembali dapat mengurus dirinya sendiri.
– Selanjutnya setiap minggu dosis diturunkan secara bertahap dan dosis rumat
(biasanya 3 x 50 ā€“ 100 mg) dipertahankan selama 3 bulan.
– Obat pilihan lain adalah haloperidol 1 ā€“ 5 mg 3 x sehari.
– Untuk pasien yang sukar untuk ditemui, dianjurkan pemberian injeksi flufenazin
dekanoat sekali sebulan.
– Gunakanlah dosis efektif terkecil untuk mengurangi efek samping.
– Penderita harus dijauhkan dari benda-benda yang dapat membahayakan
dirinya atau orang disekitarnya dan kebersihan diri serta kebutuhan
hidupnya sehari-hari harus tetap diperhatikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s