Manifestasi Sang Hyang Widhi Berdasarkan Widhi Tattwa dan Lontar Buwana Kosa

Manifestasi Sang Hyang Widhi
Berdasarkan Widhi Tattwa dan Lontar Buwana Kosa

Sesungguhnya Ida Sang Hyang Widhi adalah tunggal (EkamEva Adwityam Brahman), tetapi Beliau memiliki kemahakuasaan untukbermanifestasi melalui kekuatan “Maya“Nya menjadi kekuatan Dewa-Dewi,Bathara-Bhatari, Bhuta, Kala, Durga, Danawa, Paesaca termasuk alam semestaserta isinya. Kata Widhi berasal dari akar kata “VID” yang artinya widya(maha mengetahui). Beliau maha agung, suci murni, tenang dan tentram mahasempurna. Karena kesempurnaan Nya Beliau juga disebut “Parama Siwa“.Beliau seutuhnya bersifat Purusa (cetana), merupakan kesadaran tertinggi yangmelingkupi segalanya, tanpa aktifitas, belum ada pengaruh maya, dengan demikianBeliau bergelar “Nirguna Brahman“.
Kemudian Sang Hyang Widhi mulai bermanifestasi,menjadikan diri Nya sendiri, berarti Beliau mulai menggunakan kekuatan maya Nyayang bersifat “Guna” sehingga kesadaran aslinya yang maha suci murniberkurang. (Ini adalah bentuk “pengorbanan” dari Sang Hyang Widhiuntuk terciptanya kehidupan. red). Pada keadaan ini muncul kemahakuasaanNya serba guna seperti berpendengaran serba jelas (Durasrawana),berpenglihatan serba jelas (Durasarwajna), mengetahui keadaan yang telahsilam (Atita), yang sekarang (Wartamana) dan keadaan yang akanterjadi (Nagata). Beliau telah aktif, memiliki sifat pengampun,memberikan sinar penerangan, berinfiltrasi (Wyapi) tiada berwujud (Arupa)menjadi objek pemujaan dari semua makhluk, sebagai pencipta, pemeliharadan pelebur hasil ciptaan Nya, maka beliau bergelar “Sada Siwa“.
Melihat dari kemahakuasaan Nya yang memiliki sifat serbaguna maka Beliau disebut juga sebagai “Saguna Brahman“.
Sang Hyang Sadasiwabermanifestasi lagi dengan swabawa Nya Sang Hyang Anerawang,kemahakuasaan Nya berupa getaran-getaran halus.
Sang Hyang Anerawang bermanifestasi lagi dengan swabawaNya Sang Hyang Taya, kemahakuasaan Nya berupa bayangan yang masihsamar-samar.
Sang Hyang Taya bermanifestasi lagi dengan swabawa Nya SangHyang Ruci, kemahakuasaan Nya sudah berwujud tetapi belum jelas.
Sang Hyang Ruci bermanifestasi lagi dengan swabawa Nya SangHyang Adi Suksma, kemahakuasaan Nya berupa embun yang gemerlapan.
Sang Hyang Adi Suksma bermanifestasi lagi dengan swabawaNya Sang Hyang Siwa , pada saat ini pengaruh kekuatan maya Nyasudah makin besar sehingga Beliau memiliki Guna yang sempurna, kemahakuasaanNya berupa Sakti, memiliki kekuatan Cadu Sakti. Beliau mahakerja, berinfiltrasi ke jagat raya dan bersemayam pada semua makhluk, dengandemikian Beliau memiliki sebutan “Kriya Guna Brahman“.
Sang Hyang Siwa bermanifestasi lagi dengan swabawa Nya SangHyang Rwa Bhineda, yaitu menjadi kekuatan Purusa (Cetana) dengansebutan Sang Hyang Macongol, dan kekuatan Prakerti (Acetana)dengan sebutan Sang Hyang Mecaling.
Setelah Sang Hyang Siwa bermanifestasi menjadi duakekuatan Purusa-Prakerti, dengan masing-masing kekuatan memiliki sifatberbeda-beda, kemudian kekuatan tersebut menyatu kembali. Maka terjadilah suatuproses yang menghasilkan suatu reaksi yang amat dahsyat yaitu terjadinyapijaran api yang tak terhingga besarnya. Akhirnya menjadi gumpalan api yangmaha besar, memiliki gaya dan daya putaran (mudra). Keadaan ini disebut Brahmanda(telur Brahman). Pada saat terjadinya manifestasi ini disebut masa penciptaan,swabawa Beliau disebut Sang Hyang Tunggal.
Karena perputaran Brahmanda tersebut maha dahsyat, makaterlemparlah keluar berupa percikan-percikan api. Percikan-percikan inipunmemiliki gaya dan daya putaran juga (mudra), bentuk ini disebut Mahatresu-Mahatresu.Mahatresu inilah menjadi istilah planet-planet termasuk Bumi. (Identikdengan teori Big Bang. red). Keseimbangan dan perputaran Bumi (Cakrawala)diatur oleh kekuatan manifestasi Sang Hyang Widhi dengan swabawa Nya SangHyang Eka Bumi sebagai pengatur keserasian planet-planet.
Sang Hyang Eka Bumi kemudian bermanifestasi lagi denganswabawa Tri Murti dengan kemahakuasaan Nya sebagai pencipta, pemelihara,pemralina (pelebur) dan memberi kekuatan terhadap Tri Loka, yaitu :
Hyang Brahma sebagaikekuatan pencipta, menguasai Bhur Loka (Pertiwi).
Hyang Wisnu sebagaikekuatan pemelihara, menguasai Bwah Loka (Udara).
Hyang Siwa sebagaikekuatan pemralina (pelebur), menguasai Swah Loka (Langit).
Dari manifestasi Tri Murti inilah mulai adanya rantaikehidupan di jagat raya samasta, yaitu dengan adanya kelahiran (Utpeti),kehidupan (Stiti), dan kematian (Pralina) terkait tentangterciptanya tumbuh-tumbuhan (Sarwa Meletik), binatang (Sarwa Prani)dan manusia, demikian juga mengalami lahir, kehidupan dan kematian.
Selanjutnya Sang Hyang Tri Murti bermanifestasi lagidengan swabawa Nya Sang Hyang Asta Siwa, dengan kemahakuasaan Nyaberinfiltrasi pada masing-masing Dewa dengan swabawa Sang Hyang Asta Dewatasebagai manifestasi delapan kemuliaan Sang Hyang Widhi (Asta Aiswarya).Sang Hyang Asta Dewata menjadi kekuatan pada delapan penjuru mata angin untukmemelihara keseimbangan sekala-niskala (Wahya Diatmika) agartitah Nya dapat berjalan sebagaimana mestinya. Demikian juga untuk memeliharakeserasian dan keseimbangan Asta Dewata maka Sang Hyang Siwa berfungsi sebagaisumbu (sumber) dalam pengaturan titah tersebut, sehingga Beliau disebut DewataNawa Sanga, yaitu :
Madya/Tengah/Pusat/Poros/Sumbuyaitu Sang Hyang Siwa
Purwa/Kangin/Wetan/Timuryaitu Sang Hyang Iswara
Geniyan/Genean/KelodKangin/Tenggara yaitu Sang Hyang Mahesora
Daksina/Kelod/Kidul/Selatanyaitu Sang Hyang Brahma
Neriti/Kelod kauh/BaratDaya yaitu Sang Hyang Rudra
Pascima/Kauh/Kulon/Baratyaitu Sang Hyang Mahadewa
Wayabya/KajaKauh/Barat Laut yaitu Sang Hyang Sangkara
Uttara/Kaler/Lor/Utarayaitu Sang Hyang Wisnu
Ersaniya/KajaKangin/Timur Laut yaitu Sang Hyang Sambu
Kemudian Sang Hyang Siwa bermanifestasi sebagai kekuatanSegara (laut) dengan sebutan Sang Hyang Parama Wisesa denganswabawa Nya Sang Hyang Siwa Waruna. Beliau maha sakti sebagai pelebursegala kekotoran bumi.
Bermanifestasi sebagai kekuatan Gunung denganswabawa Nya Sang Hyang Giri Jaya.
Bermanifestasi sebagai kekuatan Danau denganswabawa Nya Sang Hyang Dewi Danuh.
Bermanifestasi sebagai kekuatan sawah(pertanian/perkebunan) dengan swabawa Nya Sang Hyang Dewi Sri.
Bermanifestasi sebagai kekuatan di Pura Desa denganswabawa Nya Sang Hyang Upasedana.
Bermanifestasi sebagai kekuatan di Bale Agung denganswabawa Nya Sang Hyang Sri Bagawati.
Bermanifestasi sebagai kekuatan di Pura Puseh denganswabawa Nya Sang Hyang Ganapati.
Bermanifestasi sebagai kekuatan di Pura Dalem Setradengan swabawa Nya Sang Hyang Uma Dewi.
Bermanifestasi sebagai kekuatan di Setra (kuburan)dengan swabawa Nya Sang Hyang Durga Dewi.
Bermanifestasi sebagai kekuatan pemuhunan (tempatpembakaran mayat) dengan swabawa Nya Sang Hyang Berawi.
Bermanifestasi sebagai kekuatan di Pura PenguluningSetra dengan swabawa Nya Sang Hyang Brahma Prajapati.
Bermanifestasi sebagai kekuatan di air pancoran ataubulakan atau mata air dengan swabawa Nya Sang Hyang Gayatri.
Bermanifestasi sebagai kekuatan pada jurang parungdengan swabawa Nya Sang Hyang Gangga Dewi.
Bermanifestasi sebagai kekuatan pada perempatan jalan (CatusPata) dengan swabawa Nya Sang Hyang Catur Loka Pala.
Bermanifestasi sebagai kekuatan pada pertigaan jalan (MargaTiga) dengan swabawa Nya Sang Hyang Sapuh Jagat.
Mulai ke Perumahan
(Silahkan diserasikan juga dengan catatan sayasebelumnya tentang “Manifestasi Sang Hyang Widhi Wasa dan Stana Nya”)
Bermanifestasi sebagai kekuatan pada bangunan suci Kemulan/RongTiga dengan swabawa Nya Sang Hyang Guru Suksma. Beliau memilikisifat Purusa-Pradana. Beliau adalah sumber dari segala pengajaran, meragaatma (berwujud atma/roh) pada rong kanan (selatan) bersifat Brahma sebagaiPurusa dengan swabawa Nya Sang Hyang Sri Guru. Pada rong kiri (utara)bersifat Wisnu sebagai Pradana dengan swabawa Nya Sang Hyang Sri Adi Guru.Pada rong tengah menjadi penyatuan Purusa-Pradana meraga niratma(berwujud bukan atma/roh) bersifat Siwa dengan swabawa Nya Sang Hyang SriParama Adi Guru.
Bermanifestasi sebagai kekuatan pada bangunan suci CatuMeres (Gedong yang tidak bertumpang) dengan swabawa Nya Sang Hyang SriManik Galih (Dewa padi dan beras atau sumber makanan).
Bermanifestasi sebagai kekuatan pada bangunan suci GedongSari (Sanggah Natah) dengan swabawa Nya Sang Hyang Siwa Reka.
Bermanifestasi sebagai kekuatan pada bangunan suci Piasandengan swabawa Nya Sang Hyang Wenang.
Bermanifestasi sebagai kekuatan Bhuta Dewa pada bangunansuci Taksu dengan swabawa Nya Sang Hyang bhuta Kala Raja.
Bermanifestasi sebagai kekuatan Durga Maya pada bangunansuci Penunggun Karang dengan swabawa Nya Sang Hyang Durga Manik.
Durga Manik artinya Dharma Wisesa, bentuk kekuatan iniyang paling dekat dengan manusia, oleh karenanya apabila manusia tidakmelaksanakan pekerti atau pemeliharaan secara spiritual terhadap Dwi HitaKarana (hubungan dengan lingkungannya) maka kekuatan ini akanmemperingatkan manusia melalui kekuatan wisesanya. Demikian pula sebaliknya,kekuatan ini akan memberikan kekuatan Dharmanya jika manusia tetap melaksanakanhubungan baik dengan lingkungannya.
Bermanifestasi sebagai kekuatan penjaga atau proteksi didepan halaman (sebelah kanan pintu gerbang) pada bangunan suci Lebuhdengan swabawa Nya Sang Hyang Wisesa.
Bermanifestasi sebagai kekuatan Duara Pala padasetiap bangunan suci Kori, Apit Lawang (pintu gerbang) dengan swabawaNya Sang Hyang Panca Kala. Kemudian di sebelah kanan pintu keluar SangMaha Kala, di sebelah kiri Sang Adi Kala. Tepat di pintu masuk SangKala, di depan pintu Sang Sunia Kala, pada aling-aling Sang DoraKala. Sehingga tercipta tanda + (tapak dara) pada pintu masukpekarangan.
Sang Panca Kala bermanifestasi menjadi suatu kekuatanuntuk menguji sradha (keimanan) manusia dengan swabawa Nya Sang DurgaBhucari. Kekuatan ini bertitik sentrum di depan halaman rumah (Lebuh).
Bermanifestasi sebagai kekuatan untuk menguji sradhamanusia dengan swabawa Nya Sang Kala Buchari, dengan bertitik sentrumpada halaman rumah (natah).
Bermanifestasi sebagai kekuatan untuk menguji sradhamanusia dengan swabawa Nya Sang Butha Buchari, dengan bertitik sentrumpada halaman tempat pemujaan (natah Pemerajan/Sanggah).
Demikian beberapa isi petikan dari beberapa sumberajaran Hindu Bali, mungkin masih banyak yang kurang tetapi mudah-mudahanberguna untuk di sebar luaskan sebagai tambahan informasi yang edukatif,praktis dan merupakan katalisator dalam pengentasan kemiskinan spiritualitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s