Tetangga Kita Ternyata Jutawan

Oleh : Ir. Agung Ananda Dimitri

Sangat logis bahwa awal dari jutawan adalah hidup hemat (bukan kikir, mereka tetap membantu orang yang betul- betul perlu dibantu). Di belakang tingkah laku hemat mereka terdapat 2 hal mendasar dalam pikiran mereka. Pertama, mereka yakin akan manfaat dari menjadi mapan secara keuangan. Kedua, mereka yakin bahwa hidup hemat merupakan kunci untuk mencapai kemapanan. Mereka menjadi jutawan karena menyusun anggaran dan mengendalikan pengeluaran, dan mereka mempertahankan status kekayaannya dengan cara yang sama. Sejalan dengan itu maka ada 4 pertanyaan untuk Anda, yang perlu mendapat perhatian Anda (karena Anda kan ingin kaya juta toch, saya juga he he he), disamping 7 faktor yang telah dibahas terdahulu.

1. Apakah rumah tangga Anda dijalankan dengan menggunakan Anggaran Tahunan?

2. Apakah Anda mengetahui berapa banyak keluarga Anda membelanjakan uang untuk makanan, busana, dan biaya perumahan?

3. Apakah Anda mempunyai sasaran harian, mingguan, bulanan, tahunan, dan seumur hidup yang ditentukan dengan jelas? (Bukan melulu soal menyelesaikan suatu pekerjaan, tetapi berapa penghasilan yang diperoleh dengan menyelesaikan pekerjaan itu).

4. Apakah Anda menyisihkan banyak waktu untuk merencanakan keuangan di masa depan?

Nah, kemudian ada beberapa pedoman bagi yang sudah jadi jutawan, agar anak-anak mereka sukses bila dewasa. Yakni diistilahkan dengan ‘Peraturan untuk Orang Tua Kaya dan Anak- anak Produktif’ adalah sbb.:
– Jangan pernah mengatakan kepada anak- anak bahwa orang tua mereka kaya.
– Tidak peduli seberapa kaya orang tua, ajari anak- anak untuk disiplin dan hidup hemat.
– Pastikan bahwa anak-anak tidak menyadari orang tuanya kaya sampai setelah mereka mempunyai gaya hidup dan profesi yang matang, disiplin, dan dewasa.
– Minimalkan diskusi mengenai barang-barang yang akan diwarisi atau diterima sebagai hadiah oleh setiap anak dan cucu.
– Jangan pernah memberi uang atau hadiah besar kepada anak yang sudah dewasa sebagai bagian dari strategi negosiasi.
– Jangan mencampuri masalah keluarga anak- anak yang sudah dewasa.
– Sebagai orang tua jangan mencoba bersaing dengan anak-anak Anda.
– Ingat selalu bahwa anak- anak Anda adalah individu yang berbeda.
– Ceritakan pada anak- anak Anda bahwa terdapat banyak hal yang lebih berharga ketimbang uang.

Sekianlah butir-butir singkatnya. Kalau Anda ingin uraian yang komplit hingga lebih jelas apa yang dimaksud, ada baiknya Anda cari buku terjemahannya yang berjudul: Milioner Tetangga Kita – Rahasia mencengangkan dari orang Amerika yang Kaya.

@ Ir. Agung Ananda Dimitri adalah salah satu Putra Mantan Wakil Gubernur Bali I Gusti Ngurah Pindha

Tentang agung swastika

Seorang dokter
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s